Selasa, 04 September 2018

Teruntuk masa depanku...????¿¿

°Karena Mereka Tak Pernah tahu Indahnya Jatuh Hati Padamu°

Semua hidupku adalah tentang kamu, hingga detik yang menemukan kita pada celah-celah waktu pada kebisingan. Kita saling mencari dan lalu menemukan. Kita menyiapkan dan saling mengerti. Kamu pun tahu hidup ini terlalu pedam dengan kisah yang kita bagi. Tak sedikit yang mungkin melihat aku dengan sebelah mata dan memandang aku hanyalah seorang pemimpi di siang bolong. Mengaharapkan Hujan pada musim kemarau. Namun kamu datang menyakinkan, meski ku tahu dan sadar bentangan waktuku hanya lah tinggal hitungan bilangan.
Dan aku sadar ternyata engkau adalah rumah bagi kata-kataku , rumah dimana aku pulang ketika aku harus pulang setelah pergi jauh, mungkin! Aku yang terlalu bodoh untuk memahami segala tentang perasaan karena yang aku tahu, aku hanya ingin tak kehilangan kamu.
Semoga kamu masih ingat ketika setiap malam aku senandungkan lagu untukmu, yang aku rangkai dan aku kirimkan kepadamu. Itulah rindu ku yang resah. Resah tak tersentuh gelisah mencaci liang-liang malam tak bertuan sampai detik ini. Dan aku hilang dalam keramaian meskipun riuhnya menyesatkan sementara. Sesekali aku mencari wajahmu pada cermin mataku yang semakin lama semakin lelah.
Mengatup diujung nyala lilin kesunyian, hanya berteman doa pengharapan, doa pengampunan. Meresaplah di desir-desir perih, aku bertahan dan masih tegak berdiri disini.
Perempuanku... jika kau tanya sampai kapan aku bertahan, aku akan bertahan selamanya.
Perempuanku...jika kau bertanya adakah hati yang lain akan ku jawab Hanya Milik Tuhan , Ibu, Kamu dan Anak - anak Jiiwa kita.
Perempuanku... kuatlah seperti yang kau ingin kan .
Perempuanku...tegaklah seperti yang kau harapkan.
" diujung pelangi ini ku menunggu sepenuh hati, tertiup angin dingin, tersenyum sampai kau datang, di sebrang samudra ini aku menunggu sepenuh hati meski tertimbun malam". Sampai kamu datang.