Selasa, 24 Agustus 2021

EGO


Masalahnya ada di ego 

Ia menampar sesuka hati

Inginnya kumaki lalu kubunuh sampai mati

Tapi nanti aku kualat , sebab berarti aku memaki sang illahi


Masalahnya aku tak juga bisa berdamai dengan dinginnya

Bahkan geligikupun sekarang sibuk berontak

Mencucuk-cucuk otak setiap kali ego bertandang di jiwa

Ah! Menjadi lelaki menyusahkan sangat

Aku tak lagi nikmat menjadi mellow ketika egoku berbicara


Tulangku gemerutuk ikut menderita rupanya

Hidungku membatu nyaris seperti es batangan

Belum itu telapak kaki anyeb padahal kaos kaki rangkap

Dan perutku, tuhan,,, perutku seperti kain lembab tak sedap di rasa


Jadi neng, mana yang ingin kau pilih untuk bergenjat senjata 

Dalam perang waktu yang tak kenal jeda ?

Bongkah kerikil beling bercampur karang 

Atau tamparan ego yang datang bersama es kutub utara ?


"Jalani saja ! Jangan bermimpi untuk menjadi pemilih, masamu memilih sudah telat, karena aku sudah memilih mu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar