Sayang,
Kulihat sayu matamu
Guratan getir sembunyi di balik senyummu
; terbaca olehku
Apa kau sangat lelah?
Ataukah...?
Aku tak berani bertanya
Sebab senyummu telah mewakili dan berkata
Adanya kekuatan disana
Namun aku tahu yang kau rasa
Sayang,
Kemarilah...
Kan kubelai rambutmu
Bersandarlah...
Di pundakku
Menangislah...
Tumpahkan airmatamu
Karena aku tahu
Kau tak mampu membendung
Arus derasnya rindu
1805
Tidak ada komentar:
Posting Komentar